Marketing Strategic Planning

Marketing Strategic Bagi Usaha Kecil Menengah

 

Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.  Dunia usaha sendiri tidak pernah lepas dari yang namanya pemasaran, tak terkecuali usaha kecil menengah. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memang merupakan salah satu cara pemberdayaan ekonomi rakyat, di mana UKM mempunyai peranan yang sangat penting dalam perekonomian. Selain itu untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitarnya.

Geliat Usaha Kecil dan Menengah memang sedang menjamur di mana-mana. Hal ini terlihat dari banyaknya usaha yang meliputi jenis usaha yang dibangun sendiri di antaranya kerajinan tangan, usaha makanan, usaha minuman dan sebagainya.  Proses pemasaran menjadi bagian penting dalam menawarkan barang dagangan kepada calon pembeli. Apabila seorang pengusaha mempunyai strategi pemasaran yang bagus, maka usahanya akan cepat berkembang.

Peranan masyarakat semakin penting dan merupakan ujung tombak setiap perusahaan. Keberhasilan usaha suatu perusahaan ditentukan oleh keberhasilan pemasarannya. Pemasaran merupakan proses kegiatan yang mulai jauh sebelum barang-barang/ bahan-bahan masuk dalam proses produksi. Salah satu dari strategi pemasaran yang sering dilakukan oleh suatu perusahaan adalah dengan cara melakukan penyebaran pemasaran itu sendiri, atau lebih sering dikenal dengan istilah bauran pemasaran. Bauran pemasaran itu sendiri didefinisikan sebagai suatu strategi yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang dapat meliputi menentukan master plan dan mengetahui serta menghasilkan pelayanan produk yang memuaskan pada suatu segman pasar tersebut telah dijadikan sasaran pasar untuk produk yang telah diluncurkan untuk menarik konsumen sehingga terjadi pembelian.

Pemasaran UKM dan perusahaan besar sangat jauh berbeda. Kesalahan terbesar dari pelaku UKM adalah mencontoh strategi pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan besar yang bermodal sangat besar untuk diterapkan di perusahaan kecil. UKM biasanya tidak mempunyai budget untuk pemasaran kalaupun ada biasanya sangat terbatas. Oleh karena itu dituntut kreatifitas yang lebih yaitu dengan mencari cara memasarkan produk atau jasa yang tidak memerlukan biaya atau yang berbiaya rendah.

Dengan terbatasnya anggaran marketing yang dimiliki usaha kecil, bukan berarti menjadikan usaha kecil kalah dengan usaha skala besar. Untuk itu kita harus lebih kreatif dengan anggaran biaya yang minim untuk menghasilkan strategi pemasaran yang tepat.

Berikut beberapa cara untuk mengoptimalkan pemasaran dengan anggaran terbatas menurut bisnisukm.com :

  • Bekerjasama dengan pengusaha atau rekan Anda untuk pemasangan iklan.
  • Mencoba mengirimkan penawaran produk kepada pelanggan serta memberikan potongan harga untuk paket pembelian tertentu.
  • Perkenalkan produk dan usaha Anda melalui media gratis, hal ini akan membantu pencarian para konsumen tentang produk yang Anda tawarkan. Misalnya saja publikasi melalui internet.
  • Libatkan lingkungan yang ada disekitar usaha Anda, dalam salah satu kegiatan yang usaha Anda laksanakan. Ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara publikasi gratis kepada masyarakat sekitar.

Strategi Pemasaran

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun strategi pemasaran untuk usaha kecil yaitu sebagai berikut :

  1. Konsistensi
  2. Perencanaan
  3. Strategi
  4. Target Market
  5. Anggaran
  6. Marketing Mix
  7. Website
  8. Branding
  9. Promosi dan iklan
  10. Customer Relationship Management

Ingat, bahkan sebuah usaha bisa hancur jika strategi pemasaran yang diterapkan tidak tepat. Oleh karena itu, review kembali konsep pemasaran dan rencana strategi pemasaran Anda, agar usaha Anda dapat berkembang lebih cepat dan tepat.

Di banyak daerah, masalah strategi pemasaran menjadi perhatian utama, khususnya untuk produk budaya lokal. Industri budaya lokal yang tradisional mungkin masih menggunakan metode pemasaran kadaluarsa. Ini bisa membuat industri ini mengalami penurunan. Tetapi, upaya mengembangkan industri budaya lokal dengan pemasaran inovatif dan modern bisa membantu meraih kembali keuntungan pasar. Kebijakan seperti ini dapat mencegah hilangnya nilai budaya dan sejarah karena dampak globalisasi.

Produk dari industri budaya lokal merupakan ekspresi budaya dan seni, yang biasanya banyak menarik bagi pembeli asing dan memiliki potensi ekspor tinggi. Walaupun secara umum, sebagian dari industri ini adalah usaha mikro yang kesulitan pemasaran di luar negeri. Pengembangan e-commerce merupakan strategi yang dapat membantu memasarkan produknya keluar negeri dengan biaya yang murah. Sebelum itu, memperkecil kesenjangan digital perlu dilakukan dan sekaligus pembangunan infrastruktur internet.

Untuk mengatasi keterbatasan ukuran dan sumber daya, pembisnis budaya lokal dapat menerapkan strategi pembangunan kerjasama, seperti kerja sama  pemasaran dengan pebisnis di industri budaya lokal dan bisnis lain yang saling menguntungkan. Para pasangan bisnis ini dapat bekerja sama untuk membangun asosiasi atau jejaring untuk mempromosikan produk.

Membangun Kemitraan

Pembangunan daerah sebagian besar tergantung pada kemitraan antara pemerintah, pelaku bisnis dan lembaga non pemerintah. Kemitraan ini memfasilitasi koordinasi dan kerja sama. Pasangan lokal dari sektor swasta dapat membantu mengekspolitasi kesempatan daerah dalam mengembangkan kebijakan dan strategi yang sesuai dengan kebutuhan setempat. Kunci utama dari kemitraan ini adalah mekanisme untuk mengatur dan mengkoordinir secara benar sumber daya dan upaya-upaya yang berbeda dari para pelaku yang berbeda.

Perencanaan dan implementasinya dilaksanakan sesuai dengan kemampuan dan kekuatan masing-masing. Selama dalam proses ini penting untuk diperhatikan, yakni membentuk jejaring kerjasama dan mengembangkan rasa saling percaya. Karena keterbatasan institusionalisasi, kemitraan untuk pembangunan daerah kerap kurang berjalan dengan stabil. Oleh karena itu pemerintah daerah harus memimpin di depan dalam membangun mekanisme yang lebih stabil dan formal untuk membantu memberikan kemitraan sebagai basis pelembagaan dan kemampuan merancang dan menerapkan rencana pengembangan.

Konsep kemitaan untuk pembangunan daerah dekat hubungannya dengan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility). Sejalan dengan filosofi CSR, perusahaan ingin mendedikasikan dirinya untuk membangun kemitraan lokal, memperkuat kapasitas lokal, perlindungan lingkungan dan berkontribusi dana untuk pembangunan daerah. Kesaaran akan pentingnya CSR diantara para pebisnis menjadi prasyarat penting untuk melibatkan para pebisnis dalam kemitraan untuk pengembangan daerah. Membangun kesadaran ini merupakan bidang yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

Jurnal Referensi :

  • bisnisukm.com/menyusun-konsep-marketing-untuk-usaha-kecil.html (diakses tanggal 17 desember 2011)
  • Björn Sven Ivens, Catherine Pardo, Annalisa Tunisini.(2009).“Organizing and integrating marketing and purchasing in business markets: An introduction to the special issue, issues and implications”.Industrial Marketing Management 38, 851–856.
  • Christian Grönroos.(2001). “A service perspective on business relationships: The value creation, interaction and marketing interface”. Industrial Marketing Management 40, 240–247.
  • Hanny N. Nasution, Felix T. Mavondo, Margaret Jekanyika Matanda, Nelson Oly Ndubisi. (2011). “Entrepreneurship: Its relationship with market orientation and learning orientation and as antecedents to innovation and customer value”. Industrial Marketing Management 40, 336–345.
  • Karjalainen, K dan Kamppainen, K. (2008). “The involvement of small- and medium- sized enterprise in public procurement: Impact of resource perceptions, electronic system and enterprise size. Journal of Purchasing & Supply Management” 14, 230-240.
  •  Lloyd C. Harris, Emmanuel Ogbonna.(2006). “Initiating strategic planning”. Journal of Business Research 59, 100 – 111.
  • Pressey, D. Andrew et all. (2009). “Purchasing practices in small- to medium- sized enterprises: An examination of strategic purchasing adoption, supplier evaluation and supplier capabilities. Journal of Purchasing & Supply Management“. 15, 214-228.
  • Prithwiraj Nath, Subramanian Nachiappan, Ramakrishnan Ramanathan.(2010). “The impact of marketing capability, operations capability and diversification strategy on performance: A resource-based view”. Industrial Marketing Management 39, 317–329.
  • Roger J. Calantonea, S. Tamer Cavusgila, Yushan Zhao.(2002). “Learning orientation, firm innovation capability, and firm performance”. Industrial Marketing Management 31, 515– 524.
  • Tapia, Martin Innaculada et all. (2010). Environmental strategy and exports in medium, small. And micro-enterprises. Journal of world business 45,266-275.
  • W. Glynn Mangold, David J. Faulds.(2009). “Social media: The new hybrid element of the promotion mix”. Business Horizons 52, 357—365.

Comments are closed.