Avatar of Nanang Suryadi

About Nanang Suryadi

Dosen Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, mengampu kelas: Manajemen Pemasaran,Perilaku Konsumen, Marketing Strategic Planning, Pemasaran Jasa, Marketing Communication, Perilaku Organisasi, dan E-Commerce.

16 thoughts on “Selamat Datang di Blog Consumer Behavior

  1. Tugas

    Mata Kuliah : Perilaku Konsumen

    Nama : Cerlienia Juwita

    Kelas : BB

    Dosen : Pak Nanang Suryadi

    Nim : 0910220069

    1. Evolusi Konsep Marketing :
    Marketing : Konsep pemasaran berorientasikan terhadap pemenuhan keperluan dan kemahuan pengguna dengan efektif.
    Selling : Konsep Penjualan berorientasikan terhadap penjualan produk melalui kaedah pemasaran yang lebih agresif.
    Product : Konsep Produk adalah berasaskan kepada prinsip bahwa pengguna akan menghargai dan lebih mengutamakan produk yang menawarkan kualitas, prestasi dan ciri-ciri inovatif yang terbaik.
    Production : Konsep Produksi adalah berasaskan kepercayaan bahwa pengguna lebih berminat membeli produk yang berharga murah serta mudah diperolehi.
    2. Marketing Mix

    Konsep marketing mix merupakan salah satu konsep dalam pemasaran modern pada saat sekarang ini. Dimana konsep tersebut adalah salah satu kegiatan pemasaran yang sangat menentukan keberhasilan perusahaan dalam mengejar maksimum profit.
    Kotler (1985 : 45-48) mengemukakan bahwa marketing mix dapat dibagi menjadi 4 P sebagai berikut :
    1. Product (Produk)
    2 . Price (Harga)
    3 . Place (distribusi/tempat)
    4. Promotion (promosi)
    Keempat produk di atas merupakan penentu dalam menganalisa pasar secara keseluruhan, selanjutnya penulis akan menguraikan keempat komponen di atas sebagai berikut :
    1. Product (produk)
    Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan pada suatu pasar guna mendapatkan perhatian untuk dimiliki, digunakan, dikonsumsi yang dapat memuaskan kebutuhan.
    2. Price (harga)
    Harga merupakan alat untuk mengukur nilai suatu barang, harga bagi produsen merupakan penentu bagi permintaan pasar dan mempengaruhi posisi pesaing perusahaan dalam merebut konsumen.
    3. Place (distribusi/tempat)
    Produk yang telah dihasilkan oleh suatu perusahaan akan lebih berguna bagi kensumen/pembeli apabila produk tersebut tersedia pada tempat dan saat dimana saja dibutuhkan.

    Dalam hal ini produsen mempunyai 3 alternatif yaitu:
    a.Distribusi Insentif
    Distribusi ini dapat digunakan oleh para produsen yang menjual komponen perusahaan yang berusaha menggunakan penyalur terutama pengecer sebanyak-banyaknya untuk mendekati para konsumen.

    b. Distribusi Selektif
    Perusahaan yang menggunakan distribusi ini berusaha memilih sejumlah pedagang besar atau pengecer, agen yang terbatas dalam suatu daerah.

    c. Distribusi Ekslusif
    Saluran ini dilakukan oleh perusahaan dan hanya menggunakan suatu pedagang besar atau pengecer dalam daerah tertentu.

    4 Promotion (promosi)
    Promosi adalah suatu usaha perusahaan atau individu memberikan informasi dan mempengaruhi serta menarik konsumen sicara lansung terhadap produk yang dihasilkan.
    Promosi adalah cara yang efektif dalam merebut konsumen dipasaran.

    3. STP

    1. Segmentasi Pasar
    Menurut Kotler (2006 : 281) adalah:

    “Segmentasi pasar merupakan pembagian sebuah pasar kedalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik, atau prilaku yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya”

    Segmentation: Adalah upaya memetakan atau pasar dengan memilah-milahkan konsumen sesuai persamaan di antara mereka. Pemilahan ini bisa berdasarkan usia, tempat tinggal, penghasilan, gaya hidup, atau bagaimana cara mereka mengkonsumsi produk.

    2. Targeting

    Merupakan ukuran dan pertumbuhan segmen, daya tarik segmen, serta sasaran dan sumber daya yang dimiliki perusahaan.

    Targeting: Setelah memetakan pasar, tahap targeting seperti namanya adalah membidik kelompok konsumen mana yang akan kita sasar.

    3. Positioning

    Positioning adalah apa yang kita inginkan ada di benak konsumen ketika mereka mendengar brand kita. Positioning ini berkaitan dengan persepsi. Persepsi ini harus bisa unik sehingga pelanggan bisa langsung membedakan antara brand kita dan brand pesaing kita.

    Positioning: Apabila target pasar sudah jelas, positioning adalah bagaimana kita menjelaskan posisi produk kepada konsumen. Apa beda produk kita dibandingkan kompetitor dan apa saja keunggulannya.

    4. Konsep Kepuasan, kesetiaan konsumen

    Kepuasan dapat diartikan sebagai antara layanan atau hasil yang diterima itu paling tidak harus sama dengan harapan konsumen atau bahkan melebihinya. Dalam era kompetisi bisnis yang ketat seperti sekarang, kepuasan pelanggan merupakan hal yang utama, pelanggan diibaratkan seorang raja yang harus dilayani namun hal ini bukan berarti menyerahkan segala-galanya kepada pelanggan. Usaha memuaskan kebutuhan pelanggan harus dilakukan secara menguntungkan atau bersifat win-win situation yaitu keadaan dimana kedua belah pihak merasa menang dan tidak ada yang dirugikan.
    Nilai pelanggan, kepuasan pelanggan dan retensi pelanggan.
    Nilai Pelanggan (customer delivered value) adalah selisih antara pelanggan total dengan biaya pelanggan total.
    Kepuasan pelanggan, perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi/kesannya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapannya
    Retensi pelanggan, tujuan menyeluruh dari nilai pelanggan tersedia secara berkelanjutan dan lebih efektif dari pada pesaing akan memberikan kepuasan pelanggan yang tinggi.
    Menurut Kotler (2003 : 140) Hubungan antara kepuasan dan loyalitas adalah saat dimana konsumen mencapai tingkat kepuasan tertinggi yang menimbulkan ikatan emosi yang kuatdan komitmen jangka panjang dengan merek perusahaan.

    Dalam mengukur kesetiaan, diperlukan beberapa attribut yaitu :

    Mengatakan hal yang positif tentang perusahaan kepada orang lain
    Merekomendasikan perusahaan kepada orang lain yang meminta saran
    Mempertimbangkan bahwa perusahaan merupakan pilihan pertama dalam melakukan pembelian jasa
    Melakukan lebih banyak bisnis atau pembelian dengan perusahaan beberapa tahun mendatang.
    5. Etika dan Tanggung Jawab Sosial
    Etika (ethics) adalah kode prinsip dan nilai moral yang membangun perilaku seseorang atau sebuah kelompok yang berhubungan dengan benar dan salah.

    Pengertian Tanggung Jawab Sosial (CSR)

    Suatu konsep bahwa organisasi,khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.

    6. Pengaruh teknologi informasi terhadap konsumen
    Konsumer menjadi lebih kuat
    Konsumer mempunyai akses informasi yang lebih dari pada sebelumnya.
    Pemasar harus menawarkan produk/jasa lebih baik dari sebelumnya.
    Pertukaran antara konsumen dan pemasar meningkat secara interaktif dan instan.
    Pemasar dapat memperoleh informasi tentang konsumer dengan lebih cepat dan mudah.
    Dapat menjangkau wilayah yang sangat luas
    7. Perbedaan penelitian kuantitatif dan kualiatif

    Penelitian Kualitatif
    Merupakan penelitian yang menggunakan data yang berbentuk kalimat, kata atau gambar atau data yang bukan dalam bentuk skala rasio, tetapi dalam bentuk skala yang lebih rendah yaitu : skala ordinal dan atau skala nominal.

    Penelitian Kuantitatif
    Adalah penelitian yang lebih berdasarkan pada data yang dapat dihitung untuk menghasilkan suatu penaksiran. Isi rencana analisis data selalu didasarkan pada rencana penelitian yang telah dirumuskan dan data yang sudah siap diolah.

    8. Skala Pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif.

    Macam-macam Skala Pengukuran :

    Skala Nominal : Skala nominal hanya bisa membedakan sesuatu yang bersifat kualitatif atau kategoris, misalnya jenis kelamin, agama, dan warna kulit.
    Skala Ordinal : Skala ordinal selain membedakan sesuatu juga menunjukkan tingkatan, misalnya pendidikan dan tingkat kepuasan pengguna.
    Skala Interval : Skala interval berupa angka kuantitatif namun tidak memiliki nilai nol mutlak sehingga titik nol dapat digeser sesuka orang yang mengukur, misalnya tahun dan suhu dalam Celcius.
    Skala Rasio : Skala rasio berupa angka kuantitatif yang memiliki nilai nol mutlak dan tidak dapat digeser sesukanya, misalnya adalah suhu dalam Kelvin, panjang, dan massa.

  2. Assalamualaikum Wr.Wb. Bapak Nanang Suryadi dosen pengampu Perilaku Konsumen,
    Saya Tony Hermawan Limbang / 0910223105, mahasiswa S1 jurusan Manajemen FEB-UB yang sedang menempuh matakuliah Perilaku Konsumen kelas BB. Hendak mengkonfirmasi mengenai tugas Perilaku Konsumen yang diberikan pada tanggal 14 Maret 2012, telah selesai saya kerjakan. Di bawah ini, saya cantumkan alamat url blog saya

    http://blog.ub.ac.id/tonyhermawan/

    terima kasih atas perhatian bapak, Wassalamualikum Wr. Wb.

Leave a Reply to cerlienia juwita Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>